oleh

STREET FOOD MEMPERSATUKAN

DHARMASRAYA – Dalam sepekan terakhir pak Bupati Sutan Riska meresmikan dua pusat jajanan yang beliau beri nama “Street Food”, yaitu Tradisional Street Food di Pulau Punjung dan Kakilima Street Food di Sungai Rumbai. Dalam beberapa waktu ke depan insyaallah akan diresmikan pula Streed Food di Koto Baru dan Sitiung. Entah apa pula namanya, terserah mereka yang mengorganisir di tingkat lapangan.

Ide dan gagasan untuk membuat pusat jajanan itu murni dari Pak Sutan Riska. Beliau terinspirasi oleh keberadaan Arabian Street Food di Kabupaten Banyuwangi. Di kabupaten Banyuwangi Street Food sukses menggait kehadiran wisatawan, dan juga mampu menumbuhkan pusat pertumbuhan di lingkungan orang Arab keturunan yang tinggal di Banyuwangi.

Street Food di Kabupaten Dharmasraya didisain untuk membangun kolaborasi antara mereka yang berpunya dengan mereka yang tidak berpunya. Mereka yang berpunya diminta untuk membelanjakan uangnya di Street Food yang disediakan dan kemudian mereka yang tidak berpunya diminta untuk berjualan jajanan di tempat itu.

Dengan begitu, antara yang berpunya dan yang tidak berpunya akan saling membantu dan saling berinteraksi. Ini sebetulnya tujuan utama yang ingin dicapai oleh Pak Sutan Riska. Dengan adanya interaksi mereka yang berpunya dan mereka yang tidak berpunya diharapkan dapat memajukan daerah, mengatasi kesenjangan, membangun pariwisata dan juga memgangun perekonomian.

Oleh karena itu, program Street Food ini perlu kita dukung bersama, perlu tetap kita hidupkan dan perlu kita nyalakan semangatnya. Untuk itu saya setuju, jika Street Food itu terus disempurnakan bukan saja menjadi pusat jajanan, tetapi juga berkemhang menjadi arena untuk berkesenian dan arena membangun silaturahmi sesama warga.(Supri/Rosa)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Tema Newkarma Desain oleh Gian MR