oleh

Bupati Dharmasraya Presentasikan ‘Sad To Happy’ di Hadapan Tim Kemenpan-RB

Setelah berhasil masuk dalam deretan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik tingkat nasional, inovasi SAD TO HAPPY (Suku Anak Dalam Terobos Hutan Demi Administrasi Kependudukan Kabupaten Dharmasraya), yang dicetuskan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), dipresentasikan Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, di hadapan Tim Panel Independen Kemenpan-RB.

Presentasi sekaligus wawancara untuk seleksi menuju TOP 45 ini dilakukan secara virtual dari Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Dharmasraya, Selasa (14/07/20). Turut mendampingi bupati dalam presentasi tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Adlisman, Kepala Dinas Dukcapil, Abdi Amri, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Di hadapan tim Kemenpan-RB yang silih berganti melontarkan pertanyaan, bupati memaparkan, inovasi SAD TO HAPPY yang merupakan inovasi pelayanan dokumen administrasi kependudukan bagi Komunitas Adat Terpencil (KAT), atau yang belakangan dikenal dengan Suku Anak Dalam (SAD), telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya sejak tahun 2019, dengan melibatkan stakeholder terkait. Pada prinsipnya, inovasi ini dilahirkan untuk memudahkan warga SAD dalam memperoleh dokumen administrasi kependudukan, sehingga juga dapat memudahkan mereka untuk mendapatkan akses layanan dasar dari pemerintah. Apakah itu layanan kesehatan, pendidikan, sosial, bahkan keikutsertaan dalam bidang politik.

Dikatakan bupati, dari total 77 jiwa warga SAD yang terdata ada di Kabupaten Dharmasraya, 29 jiwa diantaranya sudah memiliki dokumen administrasi kependudukan melalui inovasi SAD TO HAPPY yang dijalankan. Diantara mereka juga sudah ada yang mendapatkan BPJS, bantuan sosial, bahkan ikut serta memberikan hak suara dalam pemilihan umum pada tahun 2019 lalu.

“Warga SAD adalah bagian dari warga Negara Indonesia. Mereka setara dan mempunyai hak yang sama dengan masyarakat lain pada umumnya. Maka dari itu, untuk mendukung pemenuhan hak mereka sebagai warga negara, kami mencetuskan inovasi SAD TO HAPPY ini,” pungkas bupati.

Sebagai bentuk komitmennya sebagai kepala daerah, kata bupati, dirinya memastikan pelayanan SAD TO HAPPY akan berjalan secara berkelanjutan di Kabupaten Dharmasraya.

Adapun, seperti diketahui sebelumnya, Inovasi SAD TO HAPPY terpilih oleh tim evaluasi Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020 yang diselenggarakan Kemenpan-RB. Dari 2.250 proposal yang masuk, Kabupaten Dharmasraya berhasil lolos dan masuk dalam deretan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik di Indonesia. (Hms/YNT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed